Berhenti Sejenak, Bernapas, dan Terhubung Kembali: Berlatih Mindfulness di Tengah Dunia Digital bersama OURI x Warm Wishes
Di dunia digital yang mengharuskan kita untuk banyak beradaptasi dan belajar, ada kalanya kita merasa kewalahan dan kehilangan waktu untuk sekadar berhenti sejenak. Bersama Warm Wishes, OURI menghadirkan workshop ‘Digital Detox & Mindfulness’ pada 13 Juni 2026, untuk membawa kita kembali sadar dengan seluruh pikiran dan perasaan kita pada saat ini, tanpa perlu mengkhawatirkan masa lalu atau masa depan. Melalui rangkaian sesi yang saling melengkapi, peserta diajak untuk pelan-pelan melepaskan diri dari hiruk-pikuk digital dan kembali terhubung dengan diri sendiri.
Guided Breathing Technique for Calmer Mind

Sesi dibuka dengan penjelasan dari Asaelia Aleeza, M.Sc., M.Psi., Psikolog mengenai Box breathing technique yang dapat membantu menonaktifkan respon ‘fight-or-flight’ tubuh. Para peserta diajak untuk duduk, merasakan detak jantung mereka dan menyamakan tarikan hingga hembusan napas mereka setiap 4 detik.
Selain latihan pernapasan, sesi dilanjutkan dengan teknik 5-4-3-2-1 untuk mengurangi stress, panic attack atau racing thoughts dengan melibatkan kelima indra kita: 5 hal yang bisa kita lihat, 4 hal yang bisa kita sentuh, 3 hal yang bisa kita dengar, 2 hal yang bisa kita cium, dan 1 hal yang bisa kita taste.Harapannya, insight dan praktik tips ini bisa membantu para peserta untuk kembali hadir sepenuhnya di dunia nyata, jauh dari distraksi layar dan notifikasi yang tiada henti.
Sensory Art Workshop

Setelah psikoedukasi mengenai teknik pernapasan dan grounding, sesi beralih ke metode grounding yang lebih praktikal, yaitu melalui sensory art workshop yang difasilitasi oleh Therapist Fauzia Ramadhani S.Psi., M.A. AThR. Jika sesi sebelumnya melatih kesadaran lewat napas dan indra, kali ini peserta diajak berkreasi secara bebas tanpa tema tertentu, menggunakan berbagai media bertekstur seperti yarns, clay, pipe cleaners, kain flanel, dan kapas. Melalui sentuhan langsung dengan material-material ini, sensory art menjadi medium taktil, visual, dan ritme untuk membawa pikiran kembali ke dunia fisik saat ini — sebuah pengalaman yang jauh dari layar, jauh dari scroll, dan sepenuhnya hadir di sini dan sekarang.
Sesi ditutup dengan hangat melalui tea chat bersama Dipa Karno dari Warm Wishes. Ditemani secangkir teh hangat, para peserta saling berbagi cerita dan pengalaman dalam suasana yang tenang dan penuh kehangatan. Ada sesuatu yang menenangkan dari momen sederhana ini — duduk bersama, mendengarkan, dan didengarkan, tanpa distraksi ponsel atau notifikasi yang berebut perhatian. Sebuah pengingat lembut bahwa di tengah dunia yang serba digital, kita tidak perlu menghadapi semuanya sendirian, dan bahwa terhubung dengan orang lain, secara nyata dan penuh perhatian, bisa menjadi salah satu bentuk perawatan diri yang paling tulus.
