Menemukan Arah Karier: Kisah Founder OURI di British School Jakarta Career Day
Pada 22 Januari 2026, Founders kami, Ghianina Armand, BSc., MSc., M.Psi., Psikolog dan Asaelia Aleeza, BSc., MSc., M.Psi., Psikolog, diundang untuk membagikan perjalanan mereka sebagai psikolog dan entrepreneur dalam acara Future Ready Career Day yang diselenggarakan oleh British School Jakarta (BSJ).
Masa SMA sering kali menjadi fase kehidupan yang dipenuhi pertanyaan besar, seperti:
- Jurusan apa yang sebaiknya saya pilih?
- Universitas mana yang paling cocok untuk saya?
- Karier seperti apa yang ingin saya tuju?
Tekanan untuk “menentukan semuanya” dan membuat keputusan yang tepat di usia 16 atau 17 tahun bisa terasa membingungkan dan melelahkan.
Melalui sesi Career Day ini, Founders kami ingin memberikan sesuatu yang membumi: gambaran realistis tentang seperti apa proses menavigasi perjalanan karier, sekaligus pengingat bahwa tidak ada satu jalur yang sepenuhnya “sempurna.” Mereka juga membagikan pelajaran yang bisa diterapkan siswa dalam perjalanan mereka masing-masing.
Sebenarnya, Apa yang Dilakukan Psikolog?
Untuk membuka sesi, para Co-Founders mengajak siswa berdiskusi bersama:
“Apa yang menurut kalian sebenarnya dilakukan oleh seorang psikolog?”
Sebelum membagikan kisah perjalanan mereka, para siswa diajak mengeksplorasi persepsi awal tentang profesi psikolog—bahwa psikologi bukan sekadar “membaca pikiran,” melainkan memahami perilaku manusia, emosi, relasi, serta proses pertumbuhan individu.
Kisah Asaelia: Dari Ketidakpastian Menuju Tujuan

Co-Founder Asaelia memulai dengan cerita yang banyak siswa rasakan—ia tidak selalu yakin dengan jalur yang dipilihnya.
Bahkan selama menjalani studi S1 Psikologi, ia masih mempertanyakan arah spesialisasi yang ingin diambil. Salah satu titik baliknya adalah ketika ia mendirikan Ubah Stigma bersama seorang teman yang memiliki visi yang sama untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental di Indonesia. Dari pengalaman tersebut, ia menemukan minat yang lebih dalam pada psikologi klinis.
Perjalanannya berlanjut dengan menempuh studi Master di bidang Clinical Mental Health Sciences di Inggris serta menyelesaikan pendidikan profesi psikolog di Indonesia.
Dalam setiap tahap perjalanan, ia menekankan satu proses penting: terus mengevaluasi kembali tujuan dan nilai hidupnya. Ia memberi ruang bagi dirinya untuk refleksi, eksplorasi, dan bertumbuh—hingga semakin memahami siapa dirinya dan bagaimana ia ingin membentuk kariernya.
Kisah Ghianina: Ketika Eksplorasi Menuntun pada Passion

Co-Founder Ghianina membagikan versi perjalanan yang berbeda.
Ia memulai dengan jujur bahwa psikologi bukanlah pilihan pertamanya. Namun, rasa ingin tahu perlahan berkembang menjadi ketertarikan yang tulus terhadap studi tentang pikiran dan perilaku manusia. Di sepanjang perjalanan, ia juga menghadapi ekspektasi keluarga dan tekanan halus untuk mengambil spesialisasi yang tidak sepenuhnya selaras dengan minat pribadinya.
Melalui eksplorasi berkelanjutan dan refleksi diri yang jujur, ia semakin mantap pada minatnya di bidang perkembangan anak dan kesehatan mental. Hal ini membawanya melanjutkan studi Master di bidang Child Development di Inggris, yang kemudian mengarahkan langkahnya menjadi psikolog klinis anak tersertifikasi di Indonesia.
Kisahnya menegaskan pesan penting bagi para remaja dan dewasa muda:
Terkadang perjalanan dimulai dari ketidakpastian—namun kejelasan tumbuh melalui proses eksplorasi.
Titik Temu Perjalanan: Awal Mula OURI
Perjalanan individu mereka akhirnya bertemu dan melahirkan visi bersama sebagai psikolog klinis sekaligus co-founder. Dari sanalah OURI Mind Care and Support hadir—sebuah pusat layanan psikologi yang berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan mental yang personal dan penuh empati di Indonesia.
Dalam sesi tersebut, mereka juga membagikan gambaran keseharian mereka saat ini—menyeimbangkan peran sebagai pemimpin sekaligus praktisi psikolog.
Aktivitas: “Berpikir dan Mendengarkan Seperti Psikolog”
Agar sesi lebih interaktif, para siswa diajak mengikuti aktivitas praktik langsung, seperti:
Diskusi analisis kasus dalam kelompok kecil dari sudut pandang psikologis
Latihan mendengarkan secara berpasangan, di mana siswa belajar merefleksikan, merangkum, dan mengajukan pertanyaan terbuka tanpa memberikan nasihat
Latihan ini memberikan gambaran tentang keterampilan inti seorang psikolog—khususnya kemampuan mendengarkan dengan empati dan penuh kesadaran.
Jalur Karier Psikologi di Indonesia
Pada sesi berikutnya, para Co-Founders mempresentasikan roadmap visual mengenai jalur karier psikologi di Indonesia. Mereka menjelaskan rute pendidikan, persyaratan profesi, hingga berbagai pilihan spesialisasi—agar siswa memiliki gambaran yang lebih jelas tentang proses menjadi psikolog di Indonesia.
Namun, pesan utama yang ingin ditekankan adalah:
Tidak ada satu jalur yang “paling sempurna.”
Setiap perjalanan karier dibentuk oleh rasa ingin tahu, nilai hidup, peluang, dan terkadang belokan tak terduga. Para Founder mendorong siswa untuk menemukan jalur yang selaras dengan tujuan, nilai, dan visi hidup mereka sendiri.

Pesan untuk Remaja dan Dewasa Muda yang Mengalami Kecemasan Karier
Untuk menutup sesi, siswa diberikan pertanyaan refleksi agar dapat menyelaraskan kembali pemikiran mereka dan menyerap pesan yang disampaikan hari itu.
Psikolog Asaelia, yang juga merupakan alumni BSJ, menyampaikan pesan penutup yang hangat—bahwa ketidakpastian adalah hal yang normal, dan eksplorasi adalah proses yang sehat.
Ia menutup dengan kalimat yang kami percaya perlu didengar banyak anak muda:
“Kamu tidak harus memutuskan semuanya sekarang — rasa ingin tahu adalah tempat yang baik untuk memulai.”
Melalui apa yang dibagikan oleh para Founder hari itu, kami berharap para siswa memberi diri mereka ruang untuk menemukan kejelasan dalam perjalanan karier dengan ritme masing-masing—dan bertumbuh menjadi versi diri yang paling autentik dan unik, baik secara profesional maupun personal.
